Tuesday, October 31, 2017

KONSEP, METODE, DAN REGULASI AUDIT TEKNOLOGI SISTEM INFORMASI

Konsep, Metode dan Alat, dan Regulasi Audit 

  1.  Konsep Audit Teknologi Informasi
     Audit Teknologi Informasi itu sendiri adalah bentuk pengawasan dan pengendalian dari infrastruktur teknologi informasi secara menyeluruh. Maksudnya adalah mengumpulkan dan mengevaluasi bukti-bukti apakah sistem tersebut telah menerapkan sistem pengendalian yang memadai, apakah keamanan dan integrasi data terjaga agar tidak disalahgunakan. Berikut tahap-tahap untuk melakukan audit :

Perencanaan (Planning)

Tahap perencanaan ini yang akan dilakukan adalah menentukan ruang lingkup (scope), objek yang akan diaudit, standard evaluasi dari hasil audit dan komunikasi dengan managen pada organisasi yang bersangkutan dengan menganalisa visi, misi, sasaran dan tujuan objek yang diteliti serta strategi, kebijakan-kebijakan yang terkait dengan pengolahan investigasi.

Perencanaan meliputi beberapa aktivitas utama, yaitu
  •      Penetapan ruang lingkup dan tujuan audit
  •      Pengorganisasian tim audit
  •      Pemahaman mengenai operasi bisnis klien
  •      Kaji ulang hasil audit sebelumnya
  •      Penyiapan program audit
Pemeriksaan Lapangan (Field Work)

Tahap ini yang akan dilakukan adalah pengumpulan informasi yang dilakukan dengan cara mengumpulkan data dengan pihak-pihak yang terkait. Hal ini dapat dilakukan dengan menerapan berbagai metode pengumpulan data yaitu: wawancara, quesioner ataupun melakukan survey ke lokasi penelitian.

Pelaporan (Reporting)

Setelah proses pengumpulan data, maka akan didapat data yang akan diproses untuk dihitung berdasarkan perhitungan maturity level. Pada tahap ini yang akan dilakukan memberikan informasi berupa hasil-hasil dari audit. Perhitungan maturity level dilakukan mengacu pada hasil wawancara, survey dan rekapitulasi hasil penyebaran quesioner. Berdasarkan hasil maturity level yang mencerminkan kinerja saat ini (current maturity level) dan kinerja standard atau ideal yang diharapkan akan menjadi acuan untuk selanjutnya dilakukan analisis kesenjangan (gap). Hal tersebut dimaksudkan untuk mengetahui kesenjangan (gap) serta mengetahui apa yang menyebabkan adanya gap tersebut.

Tindak Lanjut (Follow Up)

Tahap ini yang dilakukan adalah memberikan laporan hasil audit berupa rekomendasi tindakan perbaikan kepada pihak managemen objek yang diteliti, untuk selanjutnya wewenang perbaikan menjadi tanggung jawab managemen objek yang diteliti apakah akan diterapkan atau hanya menjadi acuhan untuk perbaikan dimasa yang akan datang.

     2. Metode dan Alat Audit Teknologi Infromasi

Ada beberapa metode audit, yaitu :

  • Audit Arround The Computer
Audit terhadap suatu penyelenggaraan sistem informasi berbasi komputer tanpa menggunakan kemampuan dari peralatan itu sendiri. Belum dilakukan pemeriksaan secara langsung terhadap data atau program.
  • Audit With The Computer
Audit terhadap suatu penyelenggaraan sistem infromasi berbasi komputer dengan menggunakan komputer yang telah dilengkapi dengan software yang dapat membantu auditor untuk menghasilkan output yang digunakan untuk maksud audit.
  • Audit Through The Computer
Audit terhadap suatu penyelenggaraan sistem informasi berbasis komputer dengan menggunakan fasilitas dan kemampuan komputer yang digunakan. Tujuannya adalah untuk memeriksa kebenaran software aplikasi (perhitungan(, memastikan kehandalan dari program aplikasi


Berikut beberapa software yang digunakan untuk Audit :

A. ACL

ACL (Audit Command Language) merupakan sebuah software CAAT (Computer Assisted Audit Techniques) yang sudah sangat populer untuk melakukan analisa terhadap data dari berbagai macam sumber.
ACL for Windows (sering disebut ACL) adalah sebuah software TABK (TEKNIK AUDIT BERBASIS KOMPUTER) untuk membantu auditor dalam melakukan pemeriksaan di lingkungan sistem informasi berbasis komputer atau Pemrosesan Data Elektronik.

B. Picalo

Picalo merupakan sebuah software CAAT (Computer Assisted Audit Techniques) seperti halnya ACL yang dapat dipergunakan untuk menganalisa data dari berbagai macam sumber.Picalo bekerja dengan menggunakan GUI Front end, dan memiliki banyak fitur untuk ETL sebagai proses utama dalam mengekstrak dan membuka data, kelebihan utamanya adalah fleksibilitas dan front end yang baik hingga Librari Python numerik.
Berikut ini beberapa kegunaannya :
· Menganalisis data keungan, data karyawan
· Mengimport file Excel, CSV dan TSV ke dalam databse
· Analisa event jaringan yang interaktif, log server situs, dan record sistem login
· Mengimport email kedalam relasional dan berbasis teks database
· Menanamkan kontrol dan test rutin penipuan ke dalam sistem produksi.

C. Powertech Compliance Assessment

Powertech Compliance Assessment merupakan automated audit tool yang dapat dipergunakan untuk mengaudit dan mem-benchmark user access to data, public authority to libraries, user security, system security, system auditing dan administrator rights (special authority) sebuah serverAS/400.

D. Nipper 

Nipper merupakan audit automation software yang dapat dipergunakan untuk mengaudit dan mem-benchmark konfigurasi sebuah router. Nipper (Jaringan Infrastruktur Parser) adalah alat berbasis open source untuk membantu profesional TI dalam mengaudit, konfigurasi dan mengelola jaringankomputer dan perangkat jaringan infrastruktur.

E. Nessus

Nessus merupakan sebuah vulnerability assessment software, yaitu sebuah software yang digunakan untuk mengecek tingkat vulnerabilitas suatu sistem dalam ruang lingkup keamanan yang digunakan dalam sebuah perusahaan

F. Metasploit

Metasploit Framework merupakan sebuah penetration testing tool, yaitu sebuah software yang digunakan untuk mencari celah keamanan.

G. NMAP

NMAP merupakan open source utility untuk melakukan security auditing. NMAP atau Network Mapper, adalah software untuk mengeksplorasi jaringan, banyak administrator sistem dan jaringan yang menggunakan aplikasi ini menemukan banyak fungsi dalam inventori jaringan, mengatur jadwal peningkatan service, dan memonitor host atau waktu pelayanan. Secara klasik Nmap klasik menggunakan tampilan command-line, dan NMAP suite sudah termasuk tampilan GUI yang terbaik dan tampilan hasil (Zenmap), fleksibel data transfer, pengarahan ulang dan tools untuk debugging (NCAT) , sebuah peralatan untuk membandingan hasil scan (NDIFF) dan sebuah paket peralatan analisis untuk menggenerasikan dan merespon (NPING)

H. Wireshark

Wireshark merupakan aplikasi analisa netwrok protokol paling digunakan di dunia, Wireshark bisa mengcapture data dan secara interaktif menelusuri lalu lintas yang berjalan pada jaringan komputer, berstandartkan de facto dibanyak industri dan lembaga pendidikan.




   3. Regulasi Audit Teknologi Informasi
   Sebuah sistem teknologi informasi yang telah dirancang dengan sistem pengamanan yang baik, harus selalu dimonitor dan ditingkatkan kemutakhiran teknologinya (update). Hal ini untuk memastikan apakah seluruh fungsi hardware, software, dan jaringan yang dibuat sedemikian rupa dapat dijalankan dengan baik dan benar. 
Berikut beberapa regulasi dalam audit :


 A) COSO (Comitte Of Sponsoring Organizationof the treadway commission’s)
   Yaitu dibentuk pada tahun 1985 dengan tujuan untuk menyatukan pandangan dalam komunitas bisnis berkaitan dengan isu-isu seputar pelaporan keuangan yang mengandung fraud (penggelapan).Tahun 1992, COSO menyusun dan Menerbitkan Internal Control Integrated Framework yang berisi rumusan definisi pengendalian intern, pedoman penilaian, serta perbaikan terhadap sistem pengendalian intern.Tahun 2004, COSO mengembangkan Internal Control Integrated Framework dengan menambah cakupan tentang manajemen  dan strategi resiko yang disebut ERM (Enterprise Risk Manajement).
Pencapaian tujuan pengendalian intern yang didefenisikan COSO:    
     1.      Efektifitas dan efisiensi aktivitas operasi
     2.      Kehandalan pelaporan keuangan
     3.      Ketaatan terhadap hukum dan peraturan yang berlaku
     4.      Pengamanan aset entitas.
     

B) COBIT (Control Objectives for Information and Related Technology)
   Yaitu alat pengendalian untuk informasi dan tekhnology terkait dan merupakan standar terbuka yang dikembangkan oleh ISACA melalui ITGI (Information and Technology Governance Institute)pada tahun 1992. Tujuan dari COBIT yaitu untuk mengembangkan , melakukan riset dan mempublikasikan suatu standar teknologi informasi yang diterima umum dan selalu up to date untuk digunakan dalam kegiatan bisnis sehari-hari.
    

 C) SARBOX (Sarbanes-Oxley Act)
   Yaitu merupakan peraturan yang ditandatangani Presiden George W.Bush tanggal 30 juli 2012 untuk mereformasi dunia pasarmodal Amerika Serikat. Tujuan SARBOX yaitu:
1.     Meningkatkan akuntabilitas manajemen dengan memastikan bahwa manajemen akuntan dan  pengacara memiliki tanggung jawab atas informasi keuangan yang menjadi tanggung jawab mereka.
2.     Meningkatkan pengungkapan dengan berusaha untuk menyatakan bahwa beberapa kejadian kunci dan transaksi luar biasa tidak mendapatkan pengawasan hanya karena tidak disyaratkan untuk diungkap di publik.
3.     Meningkatkan pengawasan rutin yang lebih intensif oleh SEC.
4.     Meningkatkan akuntabilitas akuntan.
    

D) ISO 17799
   Yaitu standar untuk sistem manajemen keamanan informasi meliputi dokomen kebijakan keamanan informasi, alokasi keamanan informasi tanggung-jawab,menyediakan semua para pemakai dengan pendidikan dan pelatihan didalam keamanan informasi, mengembangkan suatu sistem untuk pelaporan peristiwa keamanan, memperkenalkan virus kendali, mengembangkan suatu rencana kesinambungan bisnis, mengendalikan pengkopian perangkat lunak kepemilikan, surat pengantar arsip organisatoris, mengikuti kebutuhan perlindungan data, dan menetapkan prosedure untuk mentaati kebijakan keamanan.
    

E) BASEL II
   BASEL II dibentuk yaitu sebagai penerapan kerangka pengukuran bagi risiko kredit, sistem ini mensyaratkan Bank-bank  untuk memisahkan eksposurnya ke dalam kelas yang lebih luas, yang menggambarkan kesamaan tipe debitur(hutang).
SUMBER :
https://id.wikipedia.org/wiki/Audit_teknologi_informasi
http://afrizalseptember.blogspot.co.id/2014/12/konsep-audit-sistem-informasi.html
http://imas.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/files/35593/1-Konsep+Audit+Sistem+Informasi.pdf
http://budhivensius.blogspot.co.id/2013/10/tools-audit-ti-teknologi-informasi.html
https://www.kompasiana.com/abdulrahim/perlunya-regulasi-terhadap-audit-sistem-keamanan-teknologi-informasi_54ff7417a33311494c5101ed
http://oktatinoyudha.blogspot.co.id/

Thursday, January 12, 2017

Augmented Reality dan Virtual Reality

Apa itu VR?
Virtual Reality (VR) atau Realitas Maya adalah teknologi yang memungkinkan user dapat berinteraksi dengan suatu lingkungan berdimensi 3 yang disimulasikan oleh komputer terhadap suatu objek nyata atau imajinasi, sehingga membuat user seolah-olah terlibat secara fisik pada lingkungan tersebut.
Cara kerja VR adalah Pada prinsipnya, user melihat suatu dunia semu yang sebenarnya merupakan gambar-gambar dinamis hasil dari simulasi komputer. Melalui perangkat khusus VR, user dapat berinteraksi dengan dunia semu dan mendapatkan umpan balik yang seolah-olah nyata, baik secara fisik maupun psikologis.
Apa itu AR?
Augmented Reality (AR) atau Realitas Tertambah adalah teknologi yang menggabungkan benda-benda maya (baik berdimensi 2 dan/atau berdimensi 3) dan benda-benda nyata ke dalam sebuah lingkungan nyata berdimensi 3, lalu memproyeksikan benda-benda maya tersebut dalam waktu nyata agar terintegrasi dan berjalan secara interaktif dalam dunia nyata.
Cara kerja AR adalah Augmented Reality bekerja berdasarkan deteksi citra, dan citra yang digunakan adalah marker. Prinsip kerjanya adalah kamera yang telah dikalibrasi akan mendeteksi marker yang diberikan, kemudian setelah mengenali dan menandai pola marker, webcam akan melakukan perhitungan apakah marker sesuai dengan database yang dimiliki. Bila tidak, maka informasi marker tidak akan diolah, tetapi bila sesuai maka informasi marker akan digunakan untuk me-render dan menampilkan objek 3D atau animasi yang telah dibuat sebelumnya.


WATER JUG


}  Pendahuluan

Bab ini menjelaskan mengapa intelijensia buatan (artificial intelligence) menjadi subyek yang pantas dan berguna untuk dipelajari, dan di sini kita mencoba untuk memberikan definisi intelijensia buatan secara tepat sebelum kita mulai belajar intelijensia buatan. Manusia mempunyai kapasitas mental dan pikiran yang sangat penting dalam kehidupannya. Bidang intelijensia buatan berusaha untuk memahami entitas-entitas cerdas.

}  Thinking Humanly : The cognitive modeling approach.

1. Melalui introspeksi: mencoba menangkap pemikiran-pemikiran kita sendiri pada saat kita berpikir. Tetapi seorang psikolog Barat mengatakan: “how do you know that you understand?”. Bagaimana anda sadar bahwa anda sedang sadar? Karena pada saat anda menyadari pemikiran anda, ternyata pemikiran tersebut sudah lewat dan digantikan kesadaran anda.

 2. Melalui eksperimen-eksperimen psykologi.

}  Acting Humanly: The Turing test approach.

Alan Turing (1950) merancang suatu ujian bagi komputer berintelijensia apakah mampu mengelabuhi seorang manusia yang menginterogasi komputer tersebut melalui teletype. Jika interrogator tidak dapat membedakan apakah yang diinterogasi adalah manusia atau komputer, maka komputer berintelijensia tersebut lolos dari Turing test. Komputer tersebut perlu memiliki kemampuan: Natural Language Processing, Knowledge Representation, Automated Reasoning, Machine Learning, Computer Vision, Robotics. Turing Test sengaja menghindari interaksi fisik antara interrogator dan komputer karena simulasi fisik manusia tidak memerlukan intelijensia.

}  Thinking Rationally: The laws of thought approach.

Terdapat dua masalah dalam pendekatan ini, yaitu:

 1. tidak mudah untuk membuat pengetahuan informal dan menyatakannya dalam formal term yang diperlukan oleh notasi logika, khususnya ketika pengetahuan tersebut memiliki kepastian kurang dari 100%.

2. Terdapat perbedaan besar antara dapat memecahkan masalah “dalam prinsip” dan dan juga memecahkannya dalam praktek.

}  Acting Rationally: The rational agent approach.

Membuat inferensi yang benar kadang-kadang merupakan bagian dari suatu rational agent, karena satu cara untuk melakukan aksi secara rasional adalah menalar secara logika untuk mendapatkan kesimpulan bahwa aksi yang diberikan akan mencapai tujuan, dan kemudian melakukan aksi atas kesimpulan tersebut. Dalam buku ajar ini, kita akan menggunakan pendekatan rational agent. Hal ini akan mebatasi bahasan kita pada teknikteknik rasional pada intelijensia buatan. Sedangkan aksi dan pikiran manusia yang diluar rasio (refleks dan intuitif) belum dapat ditirukan oleh komputer.

Teknik Pencarian

Masalah untuk membangun sistem berbasis AI yaitu cara mengkonversikan situasi ke dalam situasi lain yang diinginkan dengan operasi tertentu

}  A Water Jug Problem

Anda diberi dua buah gelas, yang satu ukuran 4 galon dan yang lain 3 galon. Kedua gelas

tidak memiliki skala ukuran. Terdapat pompa yang dapat digunakan untuk mengisi gelas dengan air. Bagaimana anda mendapatkan tepat 2 galon air di dalam gelas 4 ukuran galon?

Ruang masalah untuk masalah di atas dapat digambarkan sebagai himpunan pasangan bilangan bulat (x,y) yang terurut, sedemikian hingga x = 0, 1, 2, 3, atau 4  dan y = 0, 1, 2, atau 3; x menyatakan jumlah air dalam gelas ukuran 4 galon, dan y menyatakan jumlah air dalam gelas ukuran 3 galon. Keadaan mula-mula adalah (0,0). State tujuan adalah (2,n) untuk setiap nilai n.

}  Breadth-First Search (BFS)

Pencarian dilakukan pada semua node dalam setiap level secara berurutan dari kiri ke kanan. Jika pada satu level belum ditemukan solusi, maka pencarian dilanjutkan pada level berikutnya. Demikian seterusnya sampai ditemukan solusi. Gambar ini mengilustrasikan pembangkitan pohon BFS untuk masalah Water Jug.

}  Uniform Cost Search (UCS)

Konsepnya hampir sama dengan BFS, bedanya BFS menggunakan urutan level dari yang paling rendah sampai yang paling tinggi. BFS adalah juga UCS jika harga g(n) = DEPTH(n). Syarat yang harus dipenuhi oleh pohon UCS: g(SUCCESSOR(n)) >= g(n) untuk setiap node n.

}  Depth-First Search (DFS)

Pencarian dilakukan pada satu node dalam setiap level dari yang paling kiri. Jika pada level yang paling dalam, solusi belum ditemukan, maka pencarian dilanjutkan pada node sebelah kanan. Node yang kiri dapat dihapus dari memori.

}  Kelebihan DFS adalah:

• Pemakain memori hanya sedikit, berbeda jauh dengan BFS yang harus menyimpan semua node yang pernah dibangkitkan.

• Jika solusi yang dicari berada pada level yang dalam dan paling kiri, maka DFS akan menemukannya secara cepat. 

}  Kelemahan DFS adalah:

• Jika pohon yang dibangkitkan mempunyai level yang dalam (tak terhingga), maka tidak ada jaminan untuk menemukan solusi (Tidak Complete).

• Jika terdapat lebih dari satu solusi yang sama tetapi berada pada level yang berbeda, maka pada DFS tidak ada jaminan untuk menemukan solusi yang paling baik (Tidak Optimal).

}  Depth-Limited Search (DLS)

Mengatasi kelemahan DFS (tidak complete) dengan membatasi kedalaman maksimum dari suatu jalur solusi. Jika batasan kedalaman terlalu kecil, DLS tidak complete.

}  Iterative-Deepening Depth-First Search (IDS)

Merupakan metode yang berusaha menggabungkan keuntungan BFS (Complete dan Optimal) dengan keuntungan DFS (Space Complexity yang rendah).

}  Bi-Directional Search

Pada setiap iterasi, pencarian dilakukan dari dua arah: dari node asal (start) dan dari node tujuan (goal).


Thursday, September 29, 2016

GRAFIK KOMPUTER DAN PENGOLAHAN CITRA

Puji syukur kepada Tuhan yang Maha Esa, karena atas berkat dan rahmat-Nya saya dapat menyusun dan menyelesaikan tugas Grafik Komputer dan Pengolahan Citra. Saya yakin bahwa tugas ini tidak akan terwujud tanpa adanya bantuan dari berbagai pihak, oleh karena itu saya ingin mengucapkan terima kasih kepada Ibu Aviarini Indrati selaku dosen mata kuliah Grafik Komputer dan Pengolahan Citra yang telah membimbing saya dan teman-teman lain dalam proses pembuatan tugas ini, serta kepada semua pihak yang telah membantu saya baik secara langsung maupun tidak langsung.
Saya berharap semoga tugas ini dapat memberikan manfaat pengetahuan bagi pembacanya. Saya menyadari tugas ini jauh dari kata sempurna, maka saya memohon maaf apabila ada kesalahan kata atau penulisan dalam tugas ini. Dan saya mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun untuk tugas ini dan tugas yang akan datang. Demikian yang dapat saya sampaikan, Terima Kasih.

Grafik Komputer adalah suatu proses yang merupakan kegiatan computer untuk meciptakan suatu obyek – obyek tertentu yang dihasilkan oleh komputer. Hasil dari grafik ini merupakan grafik komputer sederhana yang kemudian berkembang menjadi 3D.Pada grafik komputer, komputer memiliki 2 keahlian, pertama pemrosesan citra, dan kedua pengenalan pola. Bagian bagian dari grafik komputer adalah : Geometri (tentang cara gambar bidang), Animasi (tentang cara suatu gambar atau manipulasi gerakan), Rendering         (tentang algoritma untuk suatu tampilan atau efek pada komputer), Citra (tentang cara pengambilan gambar)
Contoh grafik komputer adalah :
1.      Computer Art, yaitu tentang penggunakan grafik komputer untuk menghasilkan karya seni. Hasil karya seni tersebut dapat berupa kartun, desian, logo. Contoh aplikasinya adalah Adobe Photoshop.
2.      Video Game, yaitu sebuah hasil dari grafik komputer yang melibatkan pemain dengan komputer atau interface.
3.      Virtual Reality, yaitu teknologi yang saat ini sedang berkembang pesat, perangkat ini merupakan hasil dari grafik komputer.
Pengolahan citra adalah bentuk proses kelanjutan dari suatu citra yang diperbaiki dengan tujuan untuk mempermudah diterima atau digunakan oleh manusia. Pengolahan citra sangat dekat atau lekat dengan kegiatan sehari – hari, atau aktivitas manusia, sama halnya dengan grafik komputer. Pengolahan citra adalah proses awal dari komputer, dan pengelompokan data numeric dan simbolik yang diproses komputer untuk mempermudah digunakan atau diterima. Ada 2 macam citra : Citra kontinyu (yaitu sistem yang menerima sinyal analog), Citra diskrit (yaitu tentang pixel yang digabung menjadi satu dan menghasilkan bentuk atau citra). Contoh pengolahan citra dalam kehidupan sehari – hari adalah:
1.      Kesehatan, digunakan untuk CT SCAN khusus untuk melihat bagian dalam kepala dan badan manusia.
2.      Visual, digunakan untuk GPS, atau kamera slr, dslr, atau sebagainya.


Contoh grafik komputer (virtual reality)


Contoh pengolahan citra (CT SCAN)

Sunday, January 10, 2016

UKM

TUGAS TEORI ORGANISASI UMUM






  

Kelompok 2




KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, atas karunia dan rahmat-Nya penulis dapat menyelesaikan makalah teori organisasi umum ini.
       Makalah ini berisikan tentang faktor dan proses berubah dan berkembangnya sebuah organisasi. Diharapkan makalah ini dapat memberikan informasi kepada kita semua tentang perkembangan organisasi.
       Kami menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu kritik dan saran dari semua pihak yang bersifat membangun selalu kami harapkan demi kesempurnaan makalah ini.
Akhir kata, kami sampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah berperan serta dalam menyusun makalah ini dari awal sampai akhir. Semoga Allah SWT selalu memberkai kita semua. Amin

Depok, 19 November 2015
penulis








DAFTAR ISI


BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang…….................................................................................... 4
1.2 Rumusan Masalah...................................................................................... 4
1.3 Tujuan Pembahasan.................................................................................... 5
1.4 Manfaat Penulisan...................................................................................... 5
1.5 Batasan Masalah…..................................................................................... 5


BAB II
PENDEFINISIAN
2.1 Definisi UKM……….................................................................................. 6
2.2 Jenis-Jenis UKM….................................................................................. 6-7


BAB III
PEMBAHASAN
3.1 Biografi....................................................................................................... 8
3.2 Sejarah........................................................................................................ 8
3.3 Hasil Kunjungan.................................................................................... 9-14


BAB IV
PENUTUP
4.1 Kesimpulan............................................................................................... 15
4.2 Saran......................................................................................................... 15


DAFTAR PUSTAKA..................................................................................... 16

BAB I
1.1 Latar Belakang
Seiring dengan kemajuan zaman, telah banyak terjadi perubahan disekitar kita. Salah satunya adalah persaingan dalam dunia bisnis yang sedimikian ketat, hal ini dapat kita lihat dengan banyaknya perusahaan sejenis yang menawarkan jenis produk yang hampir mirip. Contoh persaingan yang terjadi dapat dilihat pada pembuat topi menggunakan design dari komputer. Karena banyaknya persaingan tersebut maka perusahaan saling berlomba-lomba untuk menciptakan topi menggunakan design dari komputer yang bermutu dan berkualitas tinggi.
Dengan melihat kesadaran masyarakat yang cukup tinggi terhadap kenyamanan berjalan maka banyak peminat topi menggunakan design dari komputer yang bermutu dan berkualitas tinggi di toko-toko. Dengan banyaknya pilihan topi maka calon pembeli/konsumen topi juga akan lebih banyak pertimbangan.kosumen akan membeli topi yang keunggulannya banyak dan harga yang tidak terlalu tinggi.

1.2 Rumusan Masalah
1. Bagaimana cara bersaing berwirausaha dengan pasar pada masa sekarang ini?
2. Bagaimana cara membuat pembeli merasa nyaman dan percaya dengan produk – produk yang akan dipasarkan ?
1.3 Tujuan Pembahasan
1. Agar pembaca mengetahui berapa biaya untuk mendesaign sebuah topi
2. Agar pembaca mengetahui berapa hasil penjualan desaign topi



1.4 Manfaat Penulisan
Adapun manfaat penulisan makalah ini adalah:
1. bermanfaat sebagai suatu proses belajar dalam wirausaha
2.Dapat mengkaji lebih dalam tentang jenis topi menggunakan design dari komputer
3. Bermanfaat sebagai suatu proses belajar untuk mengetahui cara berwirausaha

1.5 Batasan Masalah
1. Kurangnya rasa percaya masyarakat atau pembeli terhadap usaha UKM.
2. Sedikitnya minat dari pembeli terhadap usaha UKM.
         











BAB II
PENDEFINISIAN
2.1 Definisi UKM
UKM disingkat usaha kecil menengah sebuah istilah yang mengacu ke jenis usaha kecil yang memiliki kekayaan bersih paling banyak Rp 200.000.000 tidak termasuk tanah dan bangunannya tempat usaha. Dan usaha yang berdiri sendiri. Menurut keputusan presiden RI no.99 th.1998 pengertian usaha kecil adalh “ Kegiatan Ekonomi Rakyat”yang beresiko kecil dengan bidang usaha kecil dan perlu dilindungi untuk mencegah dari persaingan usaha yang tidak sehat.
2.2 Jenis-Jenis UKM
1.Usaha Manufaktur
  Usaha yang mengubah input dasar menjadi produk yang bisa dijual kepada konsuen. Kalau anda bingung,contohnya adalah konveksi yang menghasilkan mebel,hiasan rumah , souvenir dan sebagainya.
2.Usaha Dagang
  Usaha yang menjual produk kepada konsumen. Contoh adalah pusat jajanan tradisional yang menjual segala macam jajanan tradisional atau toko kelontong yang menjual semua kebutuhan sehari-hari.
3.Usaha Jasa
Usaha yang menghasilkan jasa,bukan menghasilkan produk atau barang untuk konsumen. Sebagai contoh adalah jasa pengiriman barang atau warung internet (warnet) yang menyediakan alat dan layanan kepada konsumen agar mereka bisa browsing , searching , blogging atau yang lainnya
BAB III
PEMBAHASAN
3.1 Biografi
·        Nama Pemilik                : Chairul Parulian
·        Umur                              : 34 tahun
·        Tahun Berdiri                : 2014
·        Nama Toko                    : Alugada
·        Alamat                                     : Jalan Kesehatan no. 34b

3.2 Sejarah
Awal pembuatan usaha ini, sang bapak mempunyai modal nekat tanpa uang. Ia hanya mempunyai modal pc dan tempat untuk berjualan.
Pada suatu hari, ia terfikirkan untuk mendesaign topi dan mencoba untuk membuat beberapa desaign awal untuk di pasang pada topi yang akan di jual.
Saat awal berjualan, memang toko tempat ia berjualan sangat lah sepi, karena tokonya termasuk baru disana. Saat beberapa hari kemudian mulai lah beberapa orang berdatangan untuk membeli topi dari tempatnya dan ia dapat mencapai penghasilan sampai 420 juta.
                           



Produk-produk yang dihasilkan
Produk-Produk yang dihasilkan oleh usaha ini yaitu:
- topi
- kaus
-jaket

Porsi Penjualan
Dalam sehari sang pengrajin dapat menjual beberapa topi dengan penghasilan bersih sebanyak 60-300 ribu /hari dengan dp awal untuk pembelian design topi sebesar -/+ 200 ribu








BAB IV
PENUTUP

4.1 Kesimpulan
berdasarkan hasil observasi yang kami lakukan di UKM pengrajin desaign topi, penghasilan bersih sebanyak 60-300 ribu /hari dengan dp awal untuk pembelian design topi sebesar -/+ 200 ribu
4.2 Saran
Saran untuk toko ini, setidaknya tokonya agak di perbesar dan di renovasi lalu topi topi hasil design di susun rapi pada lemari kaca agar terlihat lebih rapih dan bersih. Maka pengunjung dan konsumen pun akan senang saat berkunjung ke toko sang penjual.












DAFTAR PUSTAKA


Google.com/ukm