} Pendahuluan
Bab ini menjelaskan mengapa intelijensia buatan
(artificial intelligence) menjadi subyek yang pantas dan berguna untuk
dipelajari, dan di sini kita mencoba untuk memberikan definisi intelijensia
buatan secara tepat sebelum kita mulai belajar intelijensia buatan. Manusia
mempunyai kapasitas mental dan pikiran yang sangat penting dalam kehidupannya.
Bidang intelijensia buatan berusaha untuk memahami entitas-entitas cerdas.
} Thinking Humanly : The cognitive modeling approach.
1. Melalui introspeksi: mencoba menangkap
pemikiran-pemikiran kita sendiri pada saat kita berpikir. Tetapi seorang
psikolog Barat mengatakan: “how do you know that you understand?”.
Bagaimana anda sadar bahwa anda sedang sadar? Karena pada saat anda menyadari
pemikiran anda, ternyata pemikiran tersebut sudah lewat dan digantikan
kesadaran anda.
2. Melalui
eksperimen-eksperimen psykologi.
} Acting Humanly: The Turing test approach.
Alan Turing (1950) merancang suatu ujian bagi
komputer berintelijensia apakah mampu mengelabuhi seorang manusia yang
menginterogasi komputer tersebut melalui teletype. Jika interrogator
tidak dapat membedakan apakah yang diinterogasi adalah manusia atau komputer,
maka komputer berintelijensia tersebut lolos dari Turing test. Komputer
tersebut perlu memiliki kemampuan: Natural Language Processing, Knowledge
Representation, Automated Reasoning, Machine Learning, Computer Vision,
Robotics. Turing Test sengaja menghindari interaksi fisik antara
interrogator dan komputer karena simulasi fisik manusia tidak memerlukan
intelijensia.
} Thinking Rationally: The laws of thought approach.
Terdapat dua masalah dalam pendekatan ini, yaitu:
1. tidak
mudah untuk membuat pengetahuan informal dan menyatakannya dalam formal term
yang diperlukan oleh notasi logika, khususnya ketika pengetahuan tersebut
memiliki kepastian kurang dari 100%.
2. Terdapat perbedaan besar antara dapat
memecahkan masalah “dalam prinsip” dan dan juga memecahkannya dalam praktek.
} Acting Rationally: The rational agent approach.
Membuat inferensi yang benar kadang-kadang
merupakan bagian dari suatu rational agent, karena satu cara untuk melakukan
aksi secara rasional adalah menalar secara logika untuk mendapatkan kesimpulan
bahwa aksi yang diberikan akan mencapai tujuan, dan kemudian melakukan aksi atas
kesimpulan tersebut. Dalam buku ajar ini, kita akan menggunakan pendekatan
rational agent. Hal ini akan mebatasi bahasan kita pada teknikteknik rasional
pada intelijensia buatan. Sedangkan aksi dan pikiran manusia yang diluar rasio
(refleks dan intuitif) belum dapat ditirukan oleh komputer.
Teknik Pencarian
Masalah untuk membangun sistem berbasis AI
yaitu cara mengkonversikan situasi ke dalam situasi lain yang diinginkan dengan
operasi tertentu
} A
Water Jug Problem
Anda diberi dua
buah gelas, yang satu ukuran 4 galon dan yang lain 3 galon. Kedua gelas
tidak memiliki
skala ukuran. Terdapat pompa yang dapat digunakan untuk mengisi gelas dengan
air. Bagaimana anda mendapatkan tepat 2 galon air di dalam gelas 4 ukuran
galon?
Ruang masalah
untuk masalah di atas dapat digambarkan sebagai himpunan pasangan bilangan
bulat (x,y) yang terurut, sedemikian hingga x = 0, 1, 2, 3, atau 4 dan y = 0, 1, 2, atau 3; x menyatakan jumlah
air dalam gelas ukuran 4 galon, dan y menyatakan jumlah air dalam gelas ukuran
3 galon. Keadaan mula-mula adalah (0,0). State tujuan adalah (2,n) untuk
setiap nilai n.
} Breadth-First Search (BFS)
Pencarian dilakukan pada semua node
dalam setiap level secara berurutan dari kiri ke kanan. Jika pada satu level
belum ditemukan solusi, maka pencarian dilanjutkan pada level berikutnya.
Demikian seterusnya sampai ditemukan solusi. Gambar ini mengilustrasikan
pembangkitan pohon BFS untuk masalah Water Jug.
} Uniform Cost Search (UCS)
Konsepnya hampir sama dengan BFS,
bedanya BFS menggunakan urutan level dari yang paling rendah sampai yang paling
tinggi. BFS adalah juga UCS jika harga g(n) = DEPTH(n). Syarat yang harus
dipenuhi oleh pohon UCS: g(SUCCESSOR(n)) >= g(n) untuk setiap node n.
} Depth-First Search (DFS)
Pencarian dilakukan pada satu node dalam
setiap level dari yang paling kiri. Jika pada level yang paling dalam, solusi
belum ditemukan, maka pencarian dilanjutkan pada node sebelah kanan. Node yang
kiri dapat dihapus dari memori.
} Kelebihan DFS adalah:
• Pemakain memori hanya sedikit,
berbeda jauh dengan BFS yang harus menyimpan semua node yang pernah
dibangkitkan.
• Jika solusi yang dicari berada
pada level yang dalam dan paling kiri, maka DFS akan menemukannya secara cepat.
} Kelemahan DFS adalah:
• Jika pohon yang dibangkitkan
mempunyai level yang dalam (tak terhingga), maka tidak ada jaminan untuk
menemukan solusi (Tidak Complete).
• Jika terdapat lebih dari satu
solusi yang sama tetapi berada pada level yang berbeda, maka pada DFS tidak ada
jaminan untuk menemukan solusi yang paling baik (Tidak Optimal).
} Depth-Limited Search (DLS)
Mengatasi kelemahan DFS (tidak
complete) dengan membatasi kedalaman maksimum dari suatu jalur solusi. Jika
batasan kedalaman terlalu kecil, DLS tidak complete.
} Iterative-Deepening Depth-First
Search (IDS)
Merupakan metode yang berusaha
menggabungkan keuntungan BFS (Complete dan Optimal) dengan keuntungan DFS
(Space Complexity yang rendah).
} Bi-Directional Search
Pada setiap iterasi, pencarian
dilakukan dari dua arah: dari node asal (start) dan dari node tujuan (goal).
No comments:
Post a Comment