FAKTOR YANG
MEMBENTENGI DAN MEMPERKUAT NKRI
·
MAKNA KEUTUHAN NKRI
Pemahaman
tentang keutuhan NKRI mencakup makna keutuhan wilayah, meliputi seluruh pulau
dengan segenap tanah, air dan udara yang terbentang dari Sabang sampai Merauke,
keutuhan khasanah budaya meliputi adat istiadat, karya cipta dan hasil
pemikiran Bangsa Indonesia dan suku-suku di seluruh wilyah NKRI, keutuhan
sumber daya alam (SDA), meliputi seluruh kekayaan alam berupa barang tambang,
flora dan fauna, keutuhan penduduk atau sumber daya manusia (SDM), meliputi
keutuhan orangnya, statusnya, keselamatan bahkan kesejahteraannya. Menyadari
luasnya cakupan makna keutuhan NKRI maka menjadi berat dan luas pula tugas
menjaganya. Penjagaan atau pembelaan tidak cukup dilakukan dengan menyampaikan
protes kepada pejabat negara atau demonstrasi oleh rakyat dan mahasiswa, lebih
penting adalah merenungkan apa penyebab kasus-kasus ancaman tersebut terjadi,
untuk kemudian melakukan langkah-langkah pencegahannya. Ada dua penyebab
mengapa ancaman terhadap NKRI
1. Kurangnya
kepedulian terhadap keutuhan NKRI
Salah satu pertimbangan Mahkamah Internasional dalam
memutuskan sengketa Pulau Sipadan dan Ligitan adalah soal kepedulian. Indonesia
dinilai lalai dalam megelola kedua pulau itu sejak tahun 1950. Sementara Malaysia
dengan berbagai trik berusaha mengelola kedua pulau itu. Diantaranya dengan
membuka penangkaran penyu dan membangun motel-motel bahkan mempromosikannya.
2. Lemahnya
Budaya Sadar Arsip
Pengalaman
hilangnya hasil penelitian Prof. Muso dari UGM mengindikasikan hal itu.
Kemungkinan pertama penilitian itu tidak dicatat secara tertib dan kemungkinan
lainnya penelitian tersebut dicatat tetapi tidak diarsipkan secara baik.
Kejadian sengketa tanah antar Pemda Kebumen dan Pemda Cilacap juga menunjukkan
rendahnya kesadaran kearsipan kita. Andai kedua pemda tersebut memiliki
arsip-arsip topografi daerahnya masing-masing tentu sengketa itu tidak perlu
terjadi. Kalupun tetap terjadi maka penyelesaiannya tidak perlu memakan waktu
bertahun-tahun.
·
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERTAHANAN NKRI :
Dibawah ini merupakan beberapa
faktor yang mempengaruhi pertahanan Negara Kesatuan Republik Indonesia :
1. Letak
Geografi : Kita bahas
dulu letak Geografis NKRI. NKRI (Negara Kesatuan Indonesia) terletak diantara
Dua Benua yaitu Benua Australia-Asia
serta diantara dua Samudera yaitu Samudera Hindia dan Pasific. NKRI yang
terletak di antara dua benua dan dua samudera memungkinkan Indonesia menjadi
persimpangan lalu lintas dunia, baik udara maupun laut. NKRI sebagai titik
persilangan kegiatan perekonomian dunia, antara perdagangan negara-negara
industri dan negara-negara yang sedang berkembang. Karena letak geografisnya
pula Indonesia mendapat pengaruh dari berbagai kebudayaan dan peradaban dunia
2. Hankam : Mari kita
membahas Kekuatan Militer di Indonesia, fungsi utama dari keberadaan militer
adalah untuk mengisi dan menjaga kedaulatan wilayah karena NKRI yg berada di
tengah dua samudera & dua benua, maka Indonesia merupakan negara yang sarat
akan ancaman. Berbentuk negara kepulauan terbesar, NKRI merupakan negara yg
sebagian besar celah pertahannya berada dikawasan lautan.Beberapa
indikator kekuatan militer adalah personil, sistem persenjataan, kekuatan
Maritim, kekuatan logistik, SDA, Kekuatan Geografis, Finansial Setidaknya
terdapat 5 Negara yg berpotensi menjadi ancaman NKRI, yaitu Australia,
Malaysia, Singapura, Thailand & Filiphina. Hal ini berdasarkan Fakta, misalnya
ada beberapa masalah sengketa Wilayah antar beberapa Negara tersebut. Persengketaan
perbatasan akan sangat memungkinkan memicu terjadinya pergesekan yang dapat
memicu terjadinya perang.
3. Ekonomi : Anggaran bersifat sangat penting karena akan menentukan kinerja sektor
pertahanan. Selain itu, anggaran pertahanan menjadi penting untuk mewujudkan pertahanan
nasional yang kuat, diperlukan prasyarat anggaran militer yang mencukupi.
Namun, kemampuan pemerintah dalam menyediakan anggaran pertahanan memang sangat
terbatas jika dihadapkan dengan kebutuhannya Efek negatifnya pembangunan
pertahanan saat ini relatif belum dapat diperhatikan secara optimal sehingga
kapabilitas pertahanan belum mampu untuk mencegah, mengantisipasi, dan
mengatasi ancaman keamanan nasional.
·
KESIMPULAN
Dalam
menghadapi ancaman, diperlukan persamaan persepsi dan kebutuhan akan
mempertahanan dan mengamanan negara. Masyarakat menjadi pertahanan terdepan yang dapat menjaga
keamanan negara dari ancaman. Oleh karena itu diperlukan kesadaran dari
masyarkat akan adanya ancaman, yang dapat membuat berbagai pihak memiliki pola
berfikir dan sikap untuk bersatu serta berusaha melindungi faktor geografisnya terutama
menjaga wilayah milik Indonesia secara bersama-sama.
Pemerintah
harus meningkatkan tingkat perekonomian agar porsi anggaran untuk pertahanan
dapat dialokasikan lebih besar. Anggaran pertahanan yang optimal dan efisien
dalam penggunaannya sangat penting untuk mewujudkan pertahanan nasional yang
kuat.
Kuantitas
dan Kualitas tentara kita perlu ditingkatkan sampai dengan tingkat yang ideal
jika dibandingkan dengan jumlah penduduk dan luas wilayah. Porsi kuantitas
tentara yang optimal harus diikuti dengan peningkatan kualitas dan
kesejahteraannya. Jika ketiga faktor tersebut berhasil dengan baik, maka
pertahanan nasional akan semakin kuat dan dapat terpelihara.
No comments:
Post a Comment